Senin, 22 Agustus 2016

Rahasia Berhasil Zalora

Dalam suatu share session dengan Stefan Jung (Rocket Internet) dia mengemukakan bahwa kriteria founder yg diinvest oleh Rocket Internet yakni : telah bekerja di perusahaan multinasional (seperti McKinsey) di atas 5 th & telah lewat minimal 2x promosi di perusahaan area dia bekerja, kriteria ini mempunyai mungkin gede buat survive bersama culture Rocket Internet. Startupbisnis menemui Hadi Wenas, yg memenuhi kriteria ini, Managing Director & Co-Founder Zalora, e-commerce yg sudah mencapai satu juta order terhadap bln Mei 2013. Terhadap bln yg sama Zalora pula memperoleh pendanaan se besar 100 juta US$ dari Summit Partners, Investment AB Kinnevik, Verlinvest and Tengelmann Grup.

Berikut ini ialah share Hadi Wenas berkenaan pendirian Zalora, yang terkenal sebagai toko online yang juga menawarkan baju muslim terbaru modis gimana dirinya berjumpa cofoundernya, perbedaan Zalora bersama online store lain, hingga taktik online marketing.

Background Founder

Founder Zalora sendiri ada 2 yakni ada aku & Catherine. Background aku dari consulting ialah Mckinsey dan Company, suatu perusahaan konsultan manajemen terkenal didunia. Co-founder ke-2 yakni Catherine Sutjahyo yg pun pada awal mulanya dari perusahaan yg sama. Aku & Catherine telah sempat bekerja sama pada awal mulanya di McKinsey & memang lah menyukai sektor pebisnis. Kami dahulu senang mencari – cari gagasan utk laksanakan bisnis bareng. Awal mengawali Zalora aku sendiri benar-benar belum sempat ada pengalaman pembisnis namun ayah aku pebisnis & jika Catherine sendiri kerja dua th di McKinsey dulu jadi pebisnis di India dulu balik lagi ke McKinsey dulu mogok lagi. Aku mula-mula kali dengar Rocket Internet di bln Nopember 2011, hasilnya berjumpa cepat dgn Oliver Samwer di airport Soekarno-Hatta sebelum ia terbang ke Manila di bln Januari 2012. Gagasan & ambisinya gede & tepat, menjadi hasilnya berdirilah Zalora Indonesia.



Potensi Dunia E-Commerce Indonesia

Th 2012 sebenarnya jadi thn pembuktian bagi usaha B2C e-commerce apakah dapat sukses atau tak di Indonesia? Awalnya kan apabila kita berkata tentang history berkenaan e-commerce kita sanggup sejak mulai dari Kaskus dimana costumer nya lakukan transaksi menjual beli (commerce) melalui forum – forum sejak mulai naik & waktu ini telah sanggup dibilang pass mature dulu dilanjutkan bersama model C2C yg bermunculan seperti Tokobagus dulu dua atau tiga thn yg dulu itu tahunnya daily deals yg ada lebih dari 30an Daily Deals, & tumbuhnya B2B2C seperti Tokopedia & Blibli. Husus buat Daily Deals, kini kita seluruhnya mampu menonton who is the winner & kami menyaksikan nampaknya pasar mulai sejak mencapai titik jenuh. Thn 2012 kami rasa yakni th yg sesuai utk munculnya B2C e-commerce seperti Zalora dari industri fashion dulu Lazada. Menjadi aku pikir e-commerce ke depannya dapat makin bertambah gede & timing opportunity amat sesuai di Indonesia. Aku mengharapkan bakal lebih tidak sedikit e-commerce yg muncul bersama target yg lebih spesifik seperti Bilna yg mentarget ibu & anak.



Pengalaman Memperoleh Pendanaan Gede di E-Commerce

Kepada awal memperoleh pendanaan yg kami rasakan tentunya seram dikarenakan tidak sedikit ketidakpastian.

Berdasarkan pengalaman aku pada awal mulanya di McKinsey bidang marketing sales di industry ritel, data menunjukkan bahwa potensi penduduk Indonesia yg berjumlah lebih dari 240 juta itu yakni nyata. Tingkat mengonsumsi penduduk Indonesia & adaptasi technologi baru pass menjanjikan, sayang tidak sedikit keterbatasan infrastruktur di bagian pembayaran ataupun pengiriman. Tapi terus saja walau telah pegang data, perasaan bisa funding itu, serem &.. seru. Seterusnya dikarenakan kita menciptakan proyeksi memang lah ada asumsi-asumsinya, namun terlampaui tidak sedikit ketidakpastian.

Nah, kita udah percaya ingin “nyemplung nih”, konsisten kita mesti memikirkan gagasan nya apa ya yg ingin kita usung agar beda bersama yg telah ada. Sebab ada pendanaan awal nya akbar, kita dapat mengusung ide Department Store, beda bersama rata rata toko fashion online disaat itu yg berkonsep butik, jumlah barang terbatas, saat pemesanan terkadang cuma 1 pekan & dikumpulkan lalu sebelum toko itu beli dari ruangan lain. Dari situ Zalora konsentrasi dalam menghimpun koleksi product & di disaat bersamaan membangun web & system secepat-cepatnya. Hasilnya kita launching di tanggal 24 Pebruari “and we just started selling”.

Selanjutnya, disaat business di-launch & di-expand, tantangannya benar benar berlainan. Menjadi, jika mula-mula berdiri dikarenakan kita masihlah baru, tantangan tidak sedikit di sektor sourcing : How to get the first 100 merek? & system : How to setup the webshop? Sesudah mulai sejak jualan, tantangan beralih ke sektor operasi : How to make customers happy? & marketing : How to bring traffic and convert to transactions?

Pembagian Jobdesc Co-founder di Zalora

Dikarenakan co-foundernya terdiri dari 2 orang menjadi kita bagi tugasnya : Aku (Hadi Wenas) menghandle marketing, technologi & logistic (termasuk juga konsumen service). Catherine menghandle sourcing, production (foto shoot, content writing). Utk fungsi pembantu, kita serta split : aku pegang HR, Catherine pegang Finance.



Utk Zalora sendiri kan tidak sedikit merek – merek akbar seperti Nike contohnya jikalau barang di menjual online apakah tak khawatir nantinya penjualan di mall bakalan sepi?

Aku kira tak, di Indonesia, pass diverse, online & offline mampu co-exist. Yg kita tawarkan di kota-kota gede bersama tidak sedikit mal & kota-kota lain ialah tidak serupa. Kalo di kota-kota akbar seperti Jakarta, kita konsentrasi menawari kenyamanan berbelanja tidak dengan mandek tidak dengan ngantri, sedangkan di kota-kota yang lain, yg kita tawarkan yakni access to brands, di mana buat terhubung toko offline di kota-kota itu serta tak menguntungkan.

Sebenarnya tantangan terbesarnya ada terhadap awal thn 2012 diwaktu kami jadi pioneer B2C kami mesti mengedukasi market bahwa e-commerce dapat diakui. Costumer pun sanggup merasakan shopping experience yg bakal diakui. At the beginning, of course mereka (customer) bakal senantiasa mengacu pada pengalaman mereka berbelanja di C2C, misal : telah transfer barang tak dikirim atau dikirimkan barang KW. Factor yg terpenting merupakan trust. Oleh dikarenakan itu, Zalora sendiri mengupayakan memberikan value proposition dimulai dari mengedukasi market and break the barrier like cuma-cuma shipping across Indonesia (sekarang ini telah tak). Kami pula menawari Kontan On Delivery ke 57 kota di Indonesia.

Mengenai COD diluar kota itu dengan cara apa ya caranya & trik payment lain yg available di Zalora apa saja ya?

COD diluar kota itu terwujud lewat hubungan kerja dgn third party provider seperti First Logistic, RPX, JNE. Ketika mula-mula kali kita luncurkan diluar kota, yg ingin cuma First Logistic, kini seluruh telah ingin lantaran telah jadi market standard.

Ekspansi COD kita melakukan dgn hati-hati, kita sejak mulai dari Jakarta, Jabodetabek, 20 kota, 32, & hasilnya waktu ini 57 kota.

Tidak Hanya COD, kita serta melayani metode pembayaran kredit kartu, bank transfer. Utk Zalora, transaksi paling besar masihlah dari COD & bank transfer, jumlah pemakaian kredit kartu relative mungil. Utk COD, di Jabodetabek kita pula telah menawari pembayaran dgn card debit / credit kepada waktu terima barang bersama memanfaatkan mobile EDC.

Pakaian rata rata identik bersama ukuran. Zalora sendiri macam mana mengatasi masalah tersebut?

Buat Zalora sendiri saat ini telah ada size comparison. Dulunya kami cuman cantumin S atau M ukurannya saja. Waktu Ini kami cantumkan ukuran tubuh model dengan cara rincian(dalam centi meter) & memanfaatkan ukuran pakaian apa (S atau M). Belum lumayan, kita pula telah laksanakan pengukuran dalam centimeter dengan cara rincian buat tiap-tiap ukuran product pakaian yg baru. Sebentar lagi, kita dapat sejak mulai memakai virtusize PR nya tetap tidak sedikit lah di lokasi ukuran ini.

Gimana angka transaksi Zalora ?

Di bln lebaran 2013, kami mencapai lebih dari 2000 order item tiap-tiap hri nya. menakjubkan banget, suka rasanya menonton tim logistik kami sibuk tiap-tiap hri.

Buat pembelian dari merek rata rata beli putus ?

Macam-macam. Ada yg beli putus, ada serta yg konsinyasi.. Kita serta mempunyai merk sendiri, eksklusif brands, limited collection. Menjadi, benar-benar awalnya sulit buat membujuk suppliers. Namun dikala merek menyaksikan order sejak mulai naik & merek Zalora ada di mana-mana, orang mengenal merk Zalora, jumlah ordernya, supplier sejak mulai yakin. Kita serta masuk di Televisi (SCTV), pass menolong kredibilitas kita melalui iklan kepada bln Nopember & Desember. Mula-mula, kita trial di First Fasilitas. First Alat sendiri scale-nya mungil, like less than 1.000.000 like across di Indonesia. Menjadi awalnya dikarenakan kita sendiri benar-benar mempunyai relationship baik dgn SCTV. Utk kami, memang lah amat risky utk iklan di Televisi, membutuhkan dana agung & “betting” (taruhan) yg gede, Menjadi, contohnya kita telah deal di depan, uangnya dapat terbuang percuma for next few months apabila tak berlangsung. Menjadi, aku pikir antara kita bersama SCTV mempunyai pengertian yg baik, menjadi seperti ada fleksibilitas yg diberikan, contohnya bersama jalankan barter, lantaran mereka pun mau mempunyai klien perusahaan internet, menjadi kami memang lah saling menopang.

Apa faktor – perihal baru yg ada di Zalora di thn 2013 ?

Thn ini dapat ada sekian banyak merk yg provide collection for us menjadi ada sekian banyak item yg cuma available in Zalora. Contohnya busana muslim by Monika Zufri. Menjadi,benar-benar bakal makin seru. Di thn 2013 serta kita bakal launching mobile commerce sebab mobile penetration sebenarnya lebih tinggi dari internet penetration di Indonesia. Menjadi kami menginginkan kontribusi dari mobile.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar